Kesiapsiagaan Bencana Dimulai dari Keluarga dan Tetangga
Kapasitas lokal menyelamatkan waktu
BNPB menekankan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai kerja berkelanjutan dan mengenalkan inaRISK sebagai salah satu sumber informasi risiko.[1]
Bagi warga, langkah praktisnya meliputi menyimpan nomor darurat, menyepakati titik kumpul keluarga, memahami kebutuhan anggota rentan, dan mengikuti informasi resmi saat situasi berubah.
Komunitas sebagai ruang latihan
Simulasi sederhana di sekolah, tempat ibadah, dan lingkungan RT dapat membuat rencana lebih mudah diingat. Yang diuji bukan keberanian, melainkan kejelasan peran, akses informasi, dan cara saling membantu.
ISNU dapat menghadirkan kelas kebencanaan yang menggabungkan data risiko, kesehatan, komunikasi publik, dan pengalaman warga; pendekatan lintas disiplin membuat kesiapsiagaan lebih membumi.